Choi pan

Choi pan atau ada yang menyebutnya Chai pao atau Chaikue adalah salah satu jajanan khas Indonesia. Perbedaannya untuk jenis makanan yang berasal dari Pontianak ini dengan jenis Choipan yang lain lebih pada saus celup yang digunakan. Choipan menggunakan saus sambal dan sudah lama sejak terakhir kali saya makan choipan. Sangat bagus saya memiliki kesempatan untuk membuatnya sendiri.

Choi pan/Chai pao benar-benar sesuatu yang sangat sederhana dalam hal isian. Terbuat dari sayuran biasa seperti bengkuang dan wortel. Secara tradisional kulitnya terbuat dari ubi jalar tumbuk dan tepung. Kulitnya sedikit berwarna yang indah karena warna ubi jalar. Untuk resepnya bisa Anda cek disini

Bahan Yang Harus Disediakan

isianĀ 
1000 gr bengkuang parut kupas dan parut
200 gr wortel parut opsional, biasanya tidak digunakan dalam choi pan
2 sdm minyak goreng
8 siung bawang putih kupas dan cincang halus
200 gr udang mentah ukuran sedang potong kecil-kecil ( atau bisa gunakan udah kering)
2 sdt gula pasir atau lebih sesuai selera
2 batang daun bawang iris tipis
seikat kecil daun ketumbar cincang kasar
Garam secukupnya

Kulit
550 gr tepung beras
250 gr tepung tapioka
1200 ml air mendidih panas
4 sdm minyak goreng

Saus sambal
6 cabai rawit merah dan bawang putih
2 sdm gula pasir dan garam
2 sdm cuka atau bisa menggunakan air jeruk nipis
200 ml air

Mempersiapkan isian (bisa dilakukan satu hari sebelumnya)

1. Panaskan minyak dalam wajan atau wajan besar dan Tumis bawang putih selama sekitar 10 detik.
2. Tambahkan udang dan masak sampai berubah warna, sekitar 30 detik atau lebih.
3. Tambahkan bengkuang dan wortel dan masak selama sekitar 2 menit.
4. Tambahkan kecap ikan dan gula aduk hingga tercampur semua.
5. Cicipi rasa dan bumbui dengan garam dan merica sesuai selera dan angkat serta biarkan dingin sebelum dibungkus jika rasa sudah pas.

Mempersiapkan saus cabai

1. Masukkan semua bahan saus cabai ke dalam food processor dan blender hingga halus.
2. Tuang ke dalam panci kecil dan masak sampai bahan saus larut.
3. Sausnya harus sedikit manis dan tajam. Sesuaikan dengan menambahkan lebih banyak gula atau cuka atau perasan air jeruk nipis sesuai keinginan Anda.

Mempersiapkan kulit

1. Campur tepung beras, tepung tapioka, garam dan aduk hingga rata.
2. Tuang dalam air mendidih panas dan gunakan spatula untuk mengaduk dan menggabungkan sampai semua bahan menjadi sebuah adonan.
3. Jika sudah tidak terlalu panas lagi, gunakan tangan Anda untuk menguleni hingga menjadi adonan yang kasar. Tambahkan minyak dan terus uleni hingga menjadi adonan licin yang tidak lengket.
4. Tutup dan sisihkan selama minimal 15 menit

Pembungkus

1. Setelah 15menit kemudian, bagi menjadi sekitar 30 bagian sama besar dan berikan jarak satu per satu.
2. Gulung secara kasar menjadi bola lalu ratakan dan gulung menjadi lingkaran berdiameter sekitar 5 inci.
3. Sendokkan sekitar 2 sendok makan isian di tengah bungkus dan lipat hingga membentuk setengah lingkaran lalu jepit ujungnya untuk menutup isinya tersebut.

Mengukus

1. Lapisi kukusan dengan daun pisang yang diolesi sedikit minyak (opsional) atau letakkan di atas piring yang sudah diolesi sedikit minyak dan kukus selama 15 menit atau sampai kulitnya menjadi putih dan agak transparan.
2. Tunggu sejenak sekitar kurang lebih 10 menit sebelum disajikan. Sajikan dengan saus di sampingnya

Catatan

Bahan mentah untuk pembuatan kulit dapat dibekukan dan dapat bertahan hingga maksimal 3 minggu. Cobalah untuk menempatkan mereka tidak saling menyentuh sehingga Anda tidak memiliki banyak pangsit yang menempel satu sama lain

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *